Palu dan Donggala diguncang gempa 7,4 SR pada Jumat 28 September 2018 pukul 17.02 WIB, dengan Episentrum gempa berada pada koordinat 0.18 Lintang Selatan, 119.85 Bujur Timur dengan jarak 26 km Utara Donggala pada kedalaman 10 km.

Tim Emergency Respon KUN Humanity System+, terdiri dari tim medis, logisitik dan komunikasi melakukan perjalanan menuju Palu dan Mamuju membawa peralatan medis, obat-obatan, dan peralatan komunikasi. Tim pertama sudah tiba di Mamuju terlebih dahulu, sementara tim kedua menyiapkan keperluan alat untuk mendirikan posko medis.
Tim Emergency Respon KUN Humanity System+ juga bergerak ke wilayah Kulawi. Setelah 10 Hari akses masuk dari Palu ke Kulawi belum bisa di buka akibat adanya longsoran di beberapa titik, akhirnya Tim berkolaborasi dengan VES community Sulawesi Tengahl untuk mendirikan posko medis di desa Namo Kecamatan. kulawi kabupaten Sigi, salah satu wilayah yang terdampak cukup besar.

Program pascabencana KUN Humanity System+ disini bernama “Living with Bamboo”. Berkolaborasi dengan International Medical Corps (asal Inggris), membangun rumah berbahan bambu untuk masyarakat di Dusun Sapoo, Desa Namo, Kulawi, Sigi, Sulawesi Tengah. Antusias luar biasa yang ditunjukkan oleh masyarakat atas program ini membuat semua rumah dapat dibangun sesuai rencana. 50 rumah bambu telah berhasil dibangun di wiliyah ini.

Selain penanganan bencana alam, kami juga melakukan beragam kegiatan sosial di masa pandemi akibat virus Covid-19. DI Balai Pertemuan Desa Tangkulowi tim KUN Humanity System+ memberikan pelatihan dengan tiga materi utama yaitu, pengetahuan umum seputar Covid19, kesehatan mental dan dukungan psikososial, serta pendekatan kemanusiaan, sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas anggota relawan desa agar lebih siap dalam melakukan pencegahan Covid-19 di Desa.”